Sabtu, 20 Oktober 2012

Interlude


Mimpi adalah permulaan dari harapan, permulaan dari master plan, permulaan dari motivasi dan permulaan dari keberanian. Mimpi adalah pondasi dari menara cita-cita. Jika mimpimu menjadi seorang dokter, guru, ataukah seorang penyanyi. Itu berarti kamu telah membangun pondasi menara citamu. Semakin lama kamu bermimpi semakin penasaranlah kamu. Kamupun akan berharap “ kapan aku menjadi seorang dokter? “ kemudian kamu akan menggaris bawahi kata DOKTER itu, kamu akan membuat tanda seru sebanyak mungkin. Membuat kata dokter itu menjadi nyata. Master plan kamu, rencana terbesarmu !!

Tidak sampai situ, mimpi akan membuatmu semakin terpanggil menjadikan dokter sebagai suatu kenyataan. Mimpi akan memotivasi dirimu untuk merealisasikan master planmu itu. Kamu akan bekerja keras sampai master planmu terwujud. Setelah kamu bekerja keras, berusaha mewujudkannya kamu berarti telah membangun menara citamu yang menjulang tinggi dengan kokoh, kuat dan sempurna.

Jangan takut untuk membangun menaramu setinggi apapun itu ! jangan takut untuk megantungkan mimpimu yang tinggi. Realisasikanlah mimpi itu menjadi sebuah kenyataan.

Kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan. Bukan seonggok daging yang punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja. Bukan orang biasa-biasa saja yang hidup tanpa tujuan, mengikuti arus dan keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi dan cita-cita dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun. Dan kamu tak perlu bukti apakah mimpi-mimpimu akan terwujud nantinya. Karena kamu hanya harus mempercayainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar